Secara umum, dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Kondisi sosial keluarga anak asuh – anak asuh (klien) PSAA. Muslimin sangat memprihatinkan, dengan permaslahan-permasalahan yang kompleks dan rumit.
- Kondisi ekonomi keluarga anak asuh – anak asuh (klien) PSAA. Muslimin tergolong lemah / miskin.
- Anak asuh-anak asuh PSAA. Muslimin lebih betah/senang tinggal di panti daripada tinggal bersama keluarganya.
- Keberadaan Panti Asuhan khususnya PSAA. Muslimin tetap dibutuhkan demi perkembangan psikologi, intelegensi, sosial anak-anak yang masih memerlukan tempat bernaung dan belajar.
- Untuk mendapatkan hasil yang optimal, diharapkan PSAA. Muslimin memiliki team kepengasuhan yang solid, meningkatkan kemampuan diri dan kedekatan terhadap anak asuh.
- Untuk dapat meningkatkan kinerjanya, team kepengasuhan PSAA. Muslimin mengharapkan dukungan yang cukup dari para praktikan, terutama ilmu-ilmu yang berkaitan dengan social dan psikologi anak, serta tips-tips menghadapi kenakalan anak asuh yang memiliki latar belakang kehidupan keluarga yang beragam dan kompleks.
- Team kepengasuhan juga diharapkan dapat saling mendukung dan melengkapi. Dengan istilah satu bahasa dalam menjalankan tugasnya.








